" KAMI YAPIPI FARM BERGERAK DI BIDANG PERIKANAN : BREEDING KOI, PEMBENIHAN GURAME DAN PEMBENIHAN PATIN. PETERNAKAN : KOLEKSI AYAM NUSANTARA, FETTENING DAN BREEDING DOMBA. PERTANIAN : BUDIDAYA SAYURAN DAUN. SERTA WISATA EDUKASI PERTANIAN. "
INDONESIAN AGRICULTURE HUMAN DEVELOPMENT FOUNDATION

Y A P I P I F A R M


Sabtu, 24 Oktober 2009

PEMBUATAN MOL KEONG MAS

Mikro Organisme Lokal (MOL) adalah kehidupan jasad renik (mikro organisme) yang dihasilkan dari bahan yang ada didaerah setempat. Bahan yang dapat digunakan untuk membuat MOL diantaranya Keong Mas, Bonggol Pisang, Buah-Buahan yang membusuk, dan lain-lain.

Langkah kerja pembuatan MOL Keong Mas sebagai berikut :

1. Alat :

- Ember

- Golok

- Papan alas/talenan

- Karung goni/kertas Koran

2. Bahan :

- Keong mas 3 kg

- Gula aren 1 kg

- Air cucian beras 20 liter

- Air kelapa 1 butir

3. Cara pembuatan :

- Keong mas ditumbuk dan diracik (dihancurkan), dicampur dengan gula aren yang telah dilarutkan dengan air kelapa, dicampurkan air beras dan diaduk hingga tercampur.

- Setelah selesai ditutup dengan karung goni atau Koran, simpan di tempat aman dan terlindungi dari sinar matahari.

- Setelah ± 3 hari di simpan, MOL siap digunakan dengan cara disemprotkan dengan dosis 1 liter MOL dicampur dengan 20 liter air.

Manfaat MOL :

1. Dapat digunakan sebagai pupuk pelengkap cair (PPC) yang berfungsi untuk mengaktifkan kembali mikro organism dalam tanah.

2. Sebagai ragi atau starter pada pembuatan Kompos (pengganti EM-4)

Catatan :

MOL keong mas akan lebih efektif jika dalam tanah sudah tersedia pupuk organic berupa pupuk kandang, kompos, atau jerami, dll)

Yayasan Pengembangan Insan Pertanian Indonesia

0 komentar

Jumat, 03 Juli 2009

TIP MENGATASI MASALAH AGRO BISNIS

  • Jadikan bisnis ini sebagai bagian dari bisnis kerakyatan: Penciptaan lapangan melalui pengangkatan pegawai, jual beli ternak, rumput, garapan lahan dll menjadikan bisnis kita sebagai Sarana Ibadah dan Corporate Social Responsibilty.
  • Pengelolaan secara modern, berorientasi pasar akan mengangkat citra petani Indonesia sejajar dengan petani Thailand, Malaysia dan Viet Nam yang saat ini menuju klas dunia.
  • Petani, harus mempunyai ketekunan dan kesabaran. Saat ini kondisi petani sudah banyak yang kapok sehingga lebih memilih profesi buruh dikota. Justru ini peluang untuk mengajak mereka menjadi petani tangguh penuh harapan.
  • Kondisikan kebun tidak eksklusif, penduduk desa bukan musuh kita yang harus dicurigai, malah mereka adalah calon patner kita walaupun kita perlu membinanya terlebih dahulu.
  • Jangan menilai bisnis kerakyatan ini hanya dengan indikator indikator keekonomian semata, karena pola pikir kita bukan ingin jadi milyader tetapi bagaimana mengisi waktu setelah purna bakti jadi lebih bermamfaat.
  • Jangan segan untuk belajar, agrobisnis adalah bisnis serius perlu ketekunan dan inovasi baru agar tidak ditinggalkan pasar.
  • Perlu terjun langsung, libatkan keluarga dan profesional agar lebih intensif. Kegagalan masyarakat kota dibidang agrobisnis karena pengendalian dilaksanakan hanya dari jarak jauh. Tidak effektif dan sangat rawan.
  • Jadikan seluruh pegawai kebun menjadi tenaga terampil, akhli dan loyal. Ikutkan mereka mengikuti kursus kursus dan pelatihan yang menunjang kegiatan kebun.
0 komentar